| Home | Posts RSS | Comments RSS | Edit


Custom Search
CO.CC:Free Domain
Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

nyok...kita kompress image dilusca (Freebsd) via ziproxy....

Untuk mengenal ziproxy, silahkan melihat ke ziproxy website
Untuk keperluan ini diharapkan sudah menginstall squid/lusca di freebsd anda. Dalam hal ini ziproxy digunakan sebagai parent dari squid/lusca yang sudah dibuat.
Topologi yang saya pakai:
client ---> squid ---> ziproxy ---> INET.
dimana squid dan ziproxy berada dalam satu mesin/cpu.
Langsung ke TKP, dimana saya menginstall ziproxy via ports,
#cd /usr/ports/www/ziproxy
#make install clean
jangan lupa ditambahkan di /etc/rc.conf:
ziproxy_enable="YES"
ziproxy_config="/usr/local/etc/ziproxy/ziproxy.conf"
kemudian buat directory ziproxy di /var/log/ziproxy dan ubah kepemilikan kepada user dan group squid.
#mkdir /var/log/ziproxy
#chown -R squid:squid /var/log/ziproxy
selanjutnya diubah/diedit file /usr/local/etc/ziproxy/ziproxy.conf
yang diubah hanya bagian-bagian seperti dibawah ini, satu hal yang perlu diperhatikan bahwa yang dibawah ini hanya sebagian dari isi ziproxy.conf.
Port = 8081
Address = "127.0.0.1"
RunAsUser = "squid"
RunAsGroup = "squid"
ErrorLog = "/var/log/ziproxy/error.log"
AccessLog = "/var/log/ziproxy/access.log"
TransparentProxy = false
ConventionalProxy = true
AllowMethodCONNECT = false
UseContentLength = false
LosslessCompressCT = {
"text/*",
"application/asp",
"application/awk",
"application/cgi",
"application/class",
"application/css",
"application/dvi",
"application/executable",
"application/font",
"application/futuresplash",
"application/iso9660-image",
"application/java",
"application/javascript",
"application/json",
"application/msexcel",
"application/mspowerpoint",
"application/msword",
"application/pdf",
"application/perl",
"application/php",
"application/postscript",
"application/python",
"application/rtf",
"application/shellscript",
"application/shockwave",
"application/staroffice",
"application/tar",
"application/truetype-font",
"application/vnd.*",
"application/*+xml",
"application/xml",
"application/xml-dtd",
"image/svg+xml"
}
LosslessCompressCTAlsoXST = true
ProcessJPG = true
ProcessPNG = true
ProcessGIF = true
ImageQuality = {50,50,50,50}
ProcessJP2 = false
ProcessToJP2 = true
ForceOutputNoJP2 = false
AnnounceJP2Capability = true
JP2ImageQuality = {50,50,50,50}
jangan lupa untuk menambahkan yang dibawah ini di squid.conf-nya:
cache_peer localhost parent 8081 0 no-query no-digest
never_direct allow all
sekarang silahkan di jalankan ziproxynya dan restart squid/lusca-nya.
menjalankan ziproxy:
#/usr/local/etc/rc.d/ziproxy onestart
merestart squid:
#squid -k reconfigure
selesai


Read More......

Kamis, 19 Agustus 2010

yuk mainan unbound DNS resolver ........

Buat yang berkecimpung di dunia jaringan komputer sudah tidak asing dengan namanya DNS resolver. Tanya mbah google aja ya tentang apa itu DNS resolver? :D
Bagi saya yang telah terbiasa dengan DNS resolver bawaan mikrotik (dulu pakenya karena segi kepraktisan saja, tidak ada yang lain :D ), sejalan dengan bertambahnya cpu untuk kepentingan pengaturan internet kantor (tambah satu buat Proxy, saya pake OS FreeBSD yang didalamnya ditanam Lusca HEAD cache) ditambah racun dari forum mikrotik indonesiamaka diputuskan untuk mencobanya. Untuk caranya (dalam hal ini di FreeBSD) bisa merujuk ke link tadi atau bisa dilihat di hasil copas ini (credit to bro siber @ forummikrotik[dot]com) :
cara install :
cd /usr/ports/dns/unbound
make config (centang Libevent & Thread)
make install clean
cd /usr/local/etc/unbound
fetch ftp://FTP.INTERNIC.NET/domain/named.cache
unbound-control-setup
chown unbound:wheel unbound_*
chmod 440 unbound_*
mkdir /usr/local/etc/unbound/dev
echo "devfs /usr/local/etc/unbound/dev devfs rw \
0 0" >> /etc/fstab
echo 'unbound_enable="YES"' >> /etc/rc.conf
echo 'devfs_set_rulesets="/usr/local/etc/unbound/dev=unbound_ruleset"' \
>> /etc/rc.conf

cara config:
     

verbosity: 5
statistics-interval: 120
num-threads: 2
interface: 0.0.0.0

outgoing-range: 512
num-queries-per-thread: 1024

msg-cache-size: 16m
rrset-cache-size: 32m

msg-cache-slabs: 4
rrset-cache-slabs: 4

cache-max-ttl: 86400
infra-host-ttl: 60
infra-lame-ttl: 120

infra-cache-numhosts: 10000
infra-cache-lame-size: 10k

do-ip4: yes
do-ip6: no
do-udp: yes
do-tcp: yes
do-daemonize: yes

access-control: 0.0.0.0/0 allow
access-control: 127.0.0.0/8 allow

chroot: "/usr/local/etc/unbound"
username: "unbound"
directory: "/usr/local/etc/unbound"
#logfile: "/usr/local/etc/unbound/unbound.log"
#use-syslog: yes
logfile: ""
use-syslog: no
pidfile: "/usr/local/etc/unbound/unbound.pid"
root-hints: "/usr/local/etc/unbound/named.cache"

identity: "DNS"
version: "1.0"
hide-identity: yes
hide-version: yes
harden-glue: yes
do-not-query-address: 127.0.0.1/8
do-not-query-localhost: yes
module-config: "iterator"

local-zone: "localhost." static
local-data: "localhost. 10800 IN NS localhost."
local-data: "localhost. 10800 IN SOA localhost. \
nobody.invalid. 1 3600 1200 604800 10800"
local-data: "localhost. 10800 IN A 127.0.0.1"

local-zone: "127.in-addr.arpa." static
local-data: "127.in-addr.arpa. 10800 IN NS localhost."
local-data: "127.in-addr.arpa. 10800 IN SOA localhost. \
nobody.invalid. 2 3600 1200 604800 10800"
local-data: "1.0.0.127.in-addr.arpa. 10800 IN PTR localhost."

local-zone: "xxxxx.net." static
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN NS ns1.xxxxx.net."
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN NS ns2.xxxxx.net."
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN SOA xxxxx.net. \
hostmaster.xxxxx.net.net. 3 3600 1200 604800 86400"
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN A 172.16.17.2"
local-data: "www.xxxxx.net. 86400 IN A 172.16.17.2"
local-data: "ns1.xxxxx.net. 86400 IN A 172.16.17.2"
local-data: "ns1.xxxxx.net. 86400 IN A 172.16.17.20"
local-data: "mail.x.x.x.net. 86400 IN A 192.168.70.1"
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN MX 10 mail.xxxxx.net."
local-data: "xxxxx.net. 86400 IN TXT v=spf1 a mx ~all"

local-zone: "17.16.172.in-addr.arpa." static
local-data: "17.16.172.in-addr.arpa. 10800 IN NS xxxxx.net."
local-data: "17.16.172.in-addr.arpa. 10800 IN SOA xxxxx.net. \
hostmaster.xxxxx.net. 4 3600 1200 604800 864000"
local-data: "2.17.16.172.in-addr.arpa. 10800 IN PTR xxxxx.net."
local-data: "3.17.16.172.in-addr.arpa. 10800 IN PTR nms.xxxxx.net."
local-data: "4.17.16.172.in-addr.arpa. 10800 IN PTR sadewa.xxxxx.net."
forward-zone:
name: "."
forward-addr: 202.155.x.x
forward-addr: 202.155.x.x

remote-control:
control-enable: yes
control-interface: 127.0.0.1
control-port: 953
server-key-file: "/usr/local/etc/unbound/unbound_server.key"
server-cert-file: "/usr/local/etc/unbound/unbound_server.pem"
control-key-file: "/usr/local/etc/unbound/unbound_control.key"
control-cert-file: "/usr/local/etc/unbound/unbound_control.pem"
cara pakai:
arahkan semua client untuk menggunakan DNS server dengan IP dimana unbound diinstall, semisal unbound diinstall di komputer dengan IP 192.168.0.200, maka DNS komputer client di isi dengan ip 192.168.0.200

happy oprek

Read More......

Selasa, 27 Juli 2010

Install FreeBSD ke hardisk (bukan tutorial)

Setelah sekian lama gak tulis-tulis (akibat lupa username dan password ke blog ini) sekarang mencoba menuangkan kembali pengalaman saya. Ini adalah yang pertama pasca ketemunya username dan passwordnya :D

Sebenarnya sudah banyak yang mengulas bagaimana cara menginstall freebsd ke hardisk. Anda bisa "sowan" ke simbah google, salah dua nya yang menurut saya simple ada disini

1. www.freebsd.org
2. freebsd.or.id

secara garis besar menginstall freebsd ke hardisk meliputi beberapa bagian besar yaitu:
1. pemilihan setup
2. pemilihan partisi.
3. pemilihan file system & swap (labeling)
4. pemilihan source
5. memulai proses instalasi

 

Read More......

Kamis, 02 Juli 2009

kern.maxfiles di freebsd

Kejadian berawal dari perubahan settingan untuk menurunkan jumlah file deskriptor di squid yang berjalan disystem freebsd yang semula 8192 menjadi 1082. Setelah googling sana sini didapat caranya yaitu dengan merubah angka kern.maxfiles dan kern.maxfilesperproc yang ditaruh di /boot/loader.conf
maksudnya menurunkan file deskriptor squid, dari hasil googling katanya gak perlu besar-besar nilainya jika kebesaran malah membebani squidnya.
singkat kata nilai kern.maxfiles dan kern.maxfilesperproc dikasih nilai 1024 sehingga didapat nilai file deskriptor sebesar 1082, lalu komputer squidnya di restart.
karena waktu itu pengerjaannya melalui proses remote, dimana yang dioprek adalah proxy warnet dan saya ada dikantor jadinya gak tahu efeknya terhadap browsing. selang 10 menit operator warnetnya complain via ym katanya browsingnya jadi lelet.
sebetulnya saya tidak tahu klo leletnya browsing diakibatkan oleh perubahan nilai kern.maxfiles dan kern.maxfilesperproc, karena dari hasil tail -f access.log terlihat access time nya yang besar-besar setiap ada request dari client sampai 5 digit orde time accessnya. karena access time yang lama, pikiran saya tertuju sama hardisk yang digunakan untuk simpan cache. Kebetulan hardisk untuk simpan cache memang panas sekali, lalu saya pasang kipas. Tapi tidak membawa perubahan terhadap time accessnya yang masih besar.
akhirnya setelah mentok, ya kembalikan saja settingan ke awal sewaktu berjalan normal dimana:
kern.maxfiles=32768
kern.maxfilesperproc=32768
nilai ini saya pasang sembarang, jadi silahkan bereksperimen sendiri, yang pasti dengan angka segini sudah cukup gesit buat kerja proxy saya.
sebagai tambahan hardisk yang digunakan semuanya PATA IDE berjumlah 2 buah.

Read More......

Senin, 08 Juni 2009

Berbagi ide....bandwidth management

Pada kesempatan ini saya ingin menuangkan ide saya, dari hasil percobaan di tiga tempat. Ide mengenai pembagian bandwidth internet. Idenya adalah sebagai berikut, saya menginginkan agar aktifitas browsing mendapatkan bandwidth yang memadai tetapi tidak untuk aktifitas donlot, p2p dan watching video streaming.
Untuk keperluan tersebut saya menggunakan mikrotik dan squid proxy yang jalan di freebsd.Mikrotik digunakan sebagai pembatas global, dalam percobaan saya memberikan bandwidth donlot sebesar 256Kbps per klien dan upload saya batasi 32Kbps. Sedangkan squid disamping sebagai cache saya manfaatkan fungsi delay pools nya untuk menangkap aktifitas donlot extension tertentu. Untuk aktifitas donlot extension tertentu saya berikan speed 9 KBps atau setara 72Kbps.
Alasan mengapa untuk browsing diberikan sebesar 256Kbps karena saya beranggapan untuk aktifitas browsing kebutuhan bandwidthnya adalah fluxtuatif alias naik turun dan tidak kontinu, sedangkan untuk donlot dia bersifat kontinu. Namun untuk penggunaan browsing yang agresif mungkin nilai 256Kbps perlu diturunkan, karena walaupun fluxtuatif jika agresif maka kesannya juga seperti kontinu.

Untuk setting detailnya....menyusul, setelah didapatkan hasil yang pas...

Read More......

Rabu, 29 April 2009

sedikit tips bagi yang ingin menginstall FreeBSD....

Untuk kali ini saya tidak akan membahas bagaimana cara menginstall FreeBSD, Karena di website FreeBSD sendiri sudah sangat jelas sekali tentang cara-cara menginstall FreeBSD. Bagi yang membutuhkan caranya disini linknya .
Jika mengikuti petunjuk dari link tersebut dipastikan 99% berhasil menginstall FreeBSD. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
  • Pastikan untuk membaca petunjuk/pertanyaan yang muncul sewaktu menginstall, tidak perlu tergesa-gesa untuk mengklik/meng-enter setiap pilihan jawaban.
  • Persiapkan Layout/gambaran tentang besaran partisi yang diinginkan. Sesuaikan dengan kapasitas hardiknya. Untuk kepeluan FreeBSD (dan kebanyakan dari Linux juga) sebenarnya kita hanya memerlukan dua buah partisi hardisk yaitu partisi swap dan / . Namun ada yang menyarankan agar partisi / juga dipecah-pecah menjadi / , /var (tempat menaruh log, jika membutuhkan log, tidak semua aplikasi dapat dihilangkan lognya (menurut saya sich :D ), /usr (partisi ini diusahakan untuk mendapat porsi yang besar karena partisi ini tempat menaruh ports dan segala setting dari aplikasi yang diinstall). Dengan kata lain partisi / dipecah menjadi 3 bagian yaitu /, /var, /usr.
  • Untuk pembagian partisi disesuaikan dengan kapasitas hardisknya, klo saya biasanya untuk hardisk dengan kapasitas 40 GB, untuk /swap = 2 kali kapasitas memory fisik saya, misal memory fisik 512 MB maka /swap=1 GB. Untuk / = 3 GB, /var =3 GB, /usr = 5 GB dan sisanya bisa buat simpan data.
  • Satu hal yang penting jangan menaruh partisi /swap di bagian pertama hardisk, karena akan berakibat setelah selesai install dan restart maka nanti dianggap tidak ada OS-nya dikarenakan default bootingnya di F1 (tempat swap jika swap di partisi pertama). Walaupun hal ini dapat diatasi dengan menekan tombol F2, F3, atau F4 tergantung di partisi mana / ditaruh. Jadi lebih baik menaruh partisi / dibagian pertama hardisk.
Selamat mencoba

Read More......

Sabtu, 18 April 2009

Lagi Nyoba squid 2.7 stable6 di mesin FreeBSD 7.1.....

Penasaran dengan mesin FreeBSD, akhirnya diputuskan untuk mencobanya. Didonlotlah FreeBSD 7.1 kemudian didalamnya di pasang squid 2.7 Stable7. Mesin sekarang (pada saat tulisan ini ditulis) sudah mulai unjuk performanya, nanti klo cachenya udah gede diatas 10 Giga baru saya akan tulis step-stepnya saya membangun mesin squid ini.

Sebagai tambahan untuk mesin yang sekarang saya menggunakan 3 buah hardisk, 1 hardisk 40 Giga untuk sistem dan cache (20 Giga untuk cachenya) dan 2 buah hardisk 10 Giga juga buat cache. Sebelumnya sewaktu menggunakan smoothwall saya menggunakan hardisk SATA, sekarang saya mencoba menggunakan hardisk tua di mesin freebsd.
Dengan memory yang saya turunkan juga yang awalnya 2 GB sekarang menjadi 512MB.

Intinya saya menginginkan dengan hardware yang winimal namun mudah-mudahan akan menghasilkan yang maksimal.....amin

Read More......
 
from my XP © Template Design by Herro